Kamis, 02 Mei 2013

Terkecil & Terbesar

Lukas 9:48b.
Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar

Renungan :
Suasana pagi begitu ramai. Di belakang rumah, dekat kandang sapi, para dedaunan hijau segar diatas pohon menertawakan dedaunan kering yang tercecer dibawah pohon yang sebagian hancur diinjak orang-orang yang lewat diatasnya. Pupuk kimia yang duduk santai digudang dekat garasi mobil mengolok-olok kotoran sapi yang bau dan tak sedap dipandang mata.

Sekumpulan daun hijau diatas pohon tak menyadari bahwa dedaunan kering yang menyatu dengan tanah akan membuat tanah itu berkualitas sehingga tanaman apa saja yang ditanam diatasnya akan subur, termasuk pohon dimana dedaunan hijau itu hidup. Pupuk kimia juga tak menyadari bahwa kotoran sapi lebih bermutu menjadi pupuk berkualitas tanpa bahan kimia.

Pesan :
Temanku, kita terlalu sering memandang sebelah mata orang-orang yang kita anggap tidak berguna, sampah, atau bahkan kotoran. Yang cacat dianggap tak berguna. Yang miskin dianggap sampah. Pegawai biasa dianggap tak se-level. Tanpa kita sadari bahwa sesungguhnya orang-orang yang kita anggap sampah itu begitu berarti dan berharga di mata Tuhan.

Ada banyak orang cacat yang menemukan peralatan teknologi canggih yang dibutuhkan oleh dunia. Ada banyak orang miskin yang membuka mata rohani orang lain yang belum mengenal Tuhan tentang kasih. Ada banyak mantan pendosa yang ternyata lebih hidup kudus daripada kita yang mengaku sebagai Kristen yang rajin beribadah!

Temanku, mungkin saat ini kita dipandang sebelah mata oleh orang lain. Jangan berkecil hati, karena sesungguhnya jika kita setia kepada Tuhan, maka hidup kita bukanlah sampah di mataNya. Justru kita yang direndahkan akan ditinggikan olehNya. Orang-orang yang menyombongkan diri itulah yang akan direndahkan dan menjadi sampah yang tak berguna..!

Doa :
Bapa kami di surga dalam nama Tuhan kami Yesus Kristus,
Apapun keberadaan kami, kami yakin bahwa kami berarti di mataMu..
Terimakasih Tuhan.. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amen!

¤¤ Jesus Loves You! ¤¤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar