Lukas 11:14.
...dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan
Renungan :
Ada sebuah cerita yang aku kutip dari kisah yang terjadi saat perang dunia ke dua. Saat pembantaian orang-orang Yahudi oleh tentara Nazi Jerman.
Laki-laki itu maju ke hadapan Corrie ten Boom, seorang perempuan berdarah Belanda. Belasan tahun lalu, ia dan keluarganya dibawa ke camp Nazi saat tentara Jerman dengan bengis membantai orang Yahudi.
Orang tua dan beberapa saudaranya mati sebagai tawanan disitu. Dia dan kakak perempuannya berhasil selamat tapi kejadian itu membekas dalam hatinya.
Baru saja dia berkhotbah tentang pengampunan dan sekarang pria itu berdiri didepannya, mengulurkan tangannya dan berkata,
"Maafkan aku. Akulah yang menyiksamu dalam penjara dulu.."
Wajah Corrie menjadi tegang. Degup jantungnya bergemuruh membuncah dadanya.
"Ayolah! Laki-laki ini pernah menghancurkan masa depanmu. Kamu mau ampuni dia?!", demikian seruan hatinya.
Suasana senyap. Semua mata memandang ke arahnya. Tiba-tiba tangan Corrie terulur. Dengan suara bergetar ia berkata, "Aku mengampunimu..!"
Pesan :
Temanku, memang mudah sangat bagi kita untuk memperkatakan kebenaran firman Tuhan. Tapi siapakah kita ini yang benar-benar melakukan kebenaran itu? Masalahnya, ketika hal yang paling buruk terjadi pada kita, katakanlah ada yang memfitnah kita, ada yang menjelek-jelekkan kita, ada yang mengkhianati kita; apa yang akan kita lakukan padanya? Apakah kita akan benar-benar mengampuninya?
Corrie tidak sekedar bicara. Ia melakukan kebenaran itu. Ia sadar bila ia mengampuni maka dosanya pun akan diampuni oleh Tuhan.
Temanku, bila kita mengampuni maka Tuhan pun akan mengampuni dosa kita. Ingat, tak ada seorang pun yang bebas dari perbuatan dosa. Kita perlu pengampunan Tuhan dari waktu ke waktu. karena itu, kita pun belajar mengampuni ketika ada seseorang yang berkata, "Maafkan aku..."
Doa :
Bapa, terimakasih untuk pengampunanMu, berikan pada kami keteguhan hati untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kami Tuhan.. Sama seperti Engkau juga yang telah mengampuni kami.
Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan mengucap syukur. Amen!
¤¤ Jesus Loves You! ¤¤
Minggu, 05 Mei 2013
Pengampunan
Kamis, 02 Mei 2013
Terkecil & Terbesar
Lukas 9:48b.
Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar
Renungan :
Suasana pagi begitu ramai. Di belakang rumah, dekat kandang sapi, para dedaunan hijau segar diatas pohon menertawakan dedaunan kering yang tercecer dibawah pohon yang sebagian hancur diinjak orang-orang yang lewat diatasnya. Pupuk kimia yang duduk santai digudang dekat garasi mobil mengolok-olok kotoran sapi yang bau dan tak sedap dipandang mata.
Sekumpulan daun hijau diatas pohon tak menyadari bahwa dedaunan kering yang menyatu dengan tanah akan membuat tanah itu berkualitas sehingga tanaman apa saja yang ditanam diatasnya akan subur, termasuk pohon dimana dedaunan hijau itu hidup. Pupuk kimia juga tak menyadari bahwa kotoran sapi lebih bermutu menjadi pupuk berkualitas tanpa bahan kimia.
Pesan :
Temanku, kita terlalu sering memandang sebelah mata orang-orang yang kita anggap tidak berguna, sampah, atau bahkan kotoran. Yang cacat dianggap tak berguna. Yang miskin dianggap sampah. Pegawai biasa dianggap tak se-level. Tanpa kita sadari bahwa sesungguhnya orang-orang yang kita anggap sampah itu begitu berarti dan berharga di mata Tuhan.
Ada banyak orang cacat yang menemukan peralatan teknologi canggih yang dibutuhkan oleh dunia. Ada banyak orang miskin yang membuka mata rohani orang lain yang belum mengenal Tuhan tentang kasih. Ada banyak mantan pendosa yang ternyata lebih hidup kudus daripada kita yang mengaku sebagai Kristen yang rajin beribadah!
Temanku, mungkin saat ini kita dipandang sebelah mata oleh orang lain. Jangan berkecil hati, karena sesungguhnya jika kita setia kepada Tuhan, maka hidup kita bukanlah sampah di mataNya. Justru kita yang direndahkan akan ditinggikan olehNya. Orang-orang yang menyombongkan diri itulah yang akan direndahkan dan menjadi sampah yang tak berguna..!
Doa :
Bapa kami di surga dalam nama Tuhan kami Yesus Kristus,
Apapun keberadaan kami, kami yakin bahwa kami berarti di mataMu..
Terimakasih Tuhan.. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amen!
¤¤ Jesus Loves You! ¤¤
Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar
Renungan :
Suasana pagi begitu ramai. Di belakang rumah, dekat kandang sapi, para dedaunan hijau segar diatas pohon menertawakan dedaunan kering yang tercecer dibawah pohon yang sebagian hancur diinjak orang-orang yang lewat diatasnya. Pupuk kimia yang duduk santai digudang dekat garasi mobil mengolok-olok kotoran sapi yang bau dan tak sedap dipandang mata.
Sekumpulan daun hijau diatas pohon tak menyadari bahwa dedaunan kering yang menyatu dengan tanah akan membuat tanah itu berkualitas sehingga tanaman apa saja yang ditanam diatasnya akan subur, termasuk pohon dimana dedaunan hijau itu hidup. Pupuk kimia juga tak menyadari bahwa kotoran sapi lebih bermutu menjadi pupuk berkualitas tanpa bahan kimia.
Pesan :
Temanku, kita terlalu sering memandang sebelah mata orang-orang yang kita anggap tidak berguna, sampah, atau bahkan kotoran. Yang cacat dianggap tak berguna. Yang miskin dianggap sampah. Pegawai biasa dianggap tak se-level. Tanpa kita sadari bahwa sesungguhnya orang-orang yang kita anggap sampah itu begitu berarti dan berharga di mata Tuhan.
Ada banyak orang cacat yang menemukan peralatan teknologi canggih yang dibutuhkan oleh dunia. Ada banyak orang miskin yang membuka mata rohani orang lain yang belum mengenal Tuhan tentang kasih. Ada banyak mantan pendosa yang ternyata lebih hidup kudus daripada kita yang mengaku sebagai Kristen yang rajin beribadah!
Temanku, mungkin saat ini kita dipandang sebelah mata oleh orang lain. Jangan berkecil hati, karena sesungguhnya jika kita setia kepada Tuhan, maka hidup kita bukanlah sampah di mataNya. Justru kita yang direndahkan akan ditinggikan olehNya. Orang-orang yang menyombongkan diri itulah yang akan direndahkan dan menjadi sampah yang tak berguna..!
Doa :
Bapa kami di surga dalam nama Tuhan kami Yesus Kristus,
Apapun keberadaan kami, kami yakin bahwa kami berarti di mataMu..
Terimakasih Tuhan.. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amen!
¤¤ Jesus Loves You! ¤¤
Rabu, 01 Mei 2013
Menantikan Pertolongan Tuhan
Ratapan 3:26.
Adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan.
Pesan :
Pernahkah kamu melihat atau mendengar bagaimana cara seseorang menyelamatkan orang lain yang tenggelam karena tidak dapat berenang? Saat orang yang tenggelam itu meronta-ronta dan panik berusaha menyelamatkan diri, maka justru sang penyelamat tidak akan bertindak apa-apa. Ia akan menunggu sampai orang yang tenggelam itu tenang dan pasrah menyerah, baru ia akan mengulurkan tangan dan menarik orang itu keluar dari air. Jika tidak, maka sang penolong itu sendiri akan terseret bahkan ikut tenggelam bersama orang yang hendak ditolongnya.
Banyak hal dalam hidup kita yang membuat kita seolah-olah tertekan dan menimbulkan penderitaan yang menyakitkan. Dalam kepanikan hidup kita berusaha dengan kekuatan sendiri untuk menyelesaikan semua persoalan. Tidak jarang tanpa hikmat kita mengambil jalan pintas yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Kita meronta-ronta karena takut tenggelam dalam lautan persoalan. Kita berteriak-teriak panik seolah-olah Tuhan terlambat atau lupa menolong kita. Mungkin sesaat kelihatannya masalah kita selesai, tapi buntutnya timbul masalah baru.
Mari kita belajar untuk berdiam diri sejenak dihadapan Tuhan dan menantikan pertolonganNya. Dalam setiap perkara; apakah itu masalah keluarga, pasangan hidup, perekonomian, masa depan dan sebagainya. Tuhan pasti punya rencana yang indah.
Dengan berdiam diri dan merenungkan kembali semua kebaikan yang telah dilakukanNya kita akan mendapatkan kekuatan yang baru untuk menghadapi semua masalah kita. Saat kita turun tangan untuk menyelesaikan masalah dengan kekuatan sendiri, maka Tuhan akan angkat tangan. Tapi saat kita angkat tangan, maka Tuhan akan turun tangan dan menyelesaikannya untuk kita.
Doa :
Bapa, aku mau tenang dan berdiam diri sambil menantikan kuasaMu dinyatakan dalam hidupku.
Dalam nama Yesus aku berdoa dan mengucap syukur, Amen!
¤¤ Jesus Loves You! ¤¤
Adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan.
Pesan :
Pernahkah kamu melihat atau mendengar bagaimana cara seseorang menyelamatkan orang lain yang tenggelam karena tidak dapat berenang? Saat orang yang tenggelam itu meronta-ronta dan panik berusaha menyelamatkan diri, maka justru sang penyelamat tidak akan bertindak apa-apa. Ia akan menunggu sampai orang yang tenggelam itu tenang dan pasrah menyerah, baru ia akan mengulurkan tangan dan menarik orang itu keluar dari air. Jika tidak, maka sang penolong itu sendiri akan terseret bahkan ikut tenggelam bersama orang yang hendak ditolongnya.
Banyak hal dalam hidup kita yang membuat kita seolah-olah tertekan dan menimbulkan penderitaan yang menyakitkan. Dalam kepanikan hidup kita berusaha dengan kekuatan sendiri untuk menyelesaikan semua persoalan. Tidak jarang tanpa hikmat kita mengambil jalan pintas yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Kita meronta-ronta karena takut tenggelam dalam lautan persoalan. Kita berteriak-teriak panik seolah-olah Tuhan terlambat atau lupa menolong kita. Mungkin sesaat kelihatannya masalah kita selesai, tapi buntutnya timbul masalah baru.
Mari kita belajar untuk berdiam diri sejenak dihadapan Tuhan dan menantikan pertolonganNya. Dalam setiap perkara; apakah itu masalah keluarga, pasangan hidup, perekonomian, masa depan dan sebagainya. Tuhan pasti punya rencana yang indah.
Dengan berdiam diri dan merenungkan kembali semua kebaikan yang telah dilakukanNya kita akan mendapatkan kekuatan yang baru untuk menghadapi semua masalah kita. Saat kita turun tangan untuk menyelesaikan masalah dengan kekuatan sendiri, maka Tuhan akan angkat tangan. Tapi saat kita angkat tangan, maka Tuhan akan turun tangan dan menyelesaikannya untuk kita.
Doa :
Bapa, aku mau tenang dan berdiam diri sambil menantikan kuasaMu dinyatakan dalam hidupku.
Dalam nama Yesus aku berdoa dan mengucap syukur, Amen!
¤¤ Jesus Loves You! ¤¤
Label:
Diam,
Doa,
Firman Tuhan,
Hikmat,
Indah,
Kepanikan,
Kuasa,
Masalah,
Penderitaan,
Ratapan,
Rencana,
Saat Teduh,
Syukur,
Yesus
Langganan:
Postingan (Atom)


