Rabu, 01 Mei 2013

Menantikan Pertolongan Tuhan

Ratapan 3:26.
Adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan.

Pesan :
Pernahkah kamu melihat atau mendengar bagaimana cara seseorang menyelamatkan orang lain yang tenggelam karena tidak dapat berenang? Saat orang yang tenggelam itu meronta-ronta dan panik berusaha menyelamatkan diri, maka justru sang penyelamat tidak akan bertindak apa-apa. Ia akan menunggu sampai orang yang tenggelam itu tenang dan pasrah menyerah, baru ia akan mengulurkan tangan dan menarik orang itu keluar dari air. Jika tidak, maka sang penolong itu sendiri akan terseret bahkan ikut tenggelam bersama orang yang hendak ditolongnya.

Banyak hal dalam hidup kita yang membuat kita seolah-olah tertekan dan menimbulkan penderitaan yang menyakitkan. Dalam kepanikan hidup kita berusaha dengan kekuatan sendiri untuk menyelesaikan semua persoalan. Tidak jarang tanpa hikmat kita mengambil jalan pintas yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Kita meronta-ronta karena takut tenggelam dalam lautan persoalan. Kita berteriak-teriak panik seolah-olah Tuhan terlambat atau lupa menolong kita. Mungkin sesaat kelihatannya masalah kita selesai, tapi buntutnya timbul masalah baru.

Mari kita belajar untuk berdiam diri sejenak dihadapan Tuhan dan menantikan pertolonganNya. Dalam setiap perkara; apakah itu masalah keluarga, pasangan hidup, perekonomian, masa depan dan sebagainya. Tuhan pasti punya rencana yang indah.
Dengan berdiam diri dan merenungkan kembali semua kebaikan yang telah dilakukanNya kita akan mendapatkan kekuatan yang baru untuk menghadapi semua masalah kita. Saat kita turun tangan untuk menyelesaikan masalah dengan kekuatan sendiri, maka Tuhan akan angkat tangan. Tapi saat kita angkat tangan, maka Tuhan akan turun tangan dan menyelesaikannya untuk kita.

Doa :
Bapa, aku mau tenang dan berdiam diri sambil menantikan kuasaMu dinyatakan dalam hidupku.
Dalam nama Yesus aku berdoa dan mengucap syukur, Amen!

¤¤ Jesus Loves You! ¤¤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar